by

Waspada, 71 Desa di Indramayu Endemis DBD

INDRAMAYU – Kepala Bidang Pencegahan dan Perawatan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr.Sri Silasiah mengemukakan, 71 desa dari 317 desa dan kelurahan di Indramayu, Jawa Barat dinyatakan sebagai daerah endemis penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Menurut dr.Sri Silasiah penyebabnya karena cuaca tidak bisa diprediksi. Terkadang hujan dan terkadang panas. Sehingga hal-hal yang perlu diwaspadai pada musim hujan sekarang adalah berkembangnya jentik-jentik nyamuk yang bersarang pada genangan air.
“Nyamuk itu senang bersarang pada genangan air, seperti pada pot bunga, dispenser, tempat minuman burung, pada barang-barang yang tidak terpakai dan beberapa tempat yang strategi yang mengandung air,” ungkap dr.Sri Silasiah.
Dijelaskan, munculnya nyamuk penyebar penyakit biasanya menjelang musim hujan seperti Januari, Februari. “Nah sekarang musimnya kacau. Jadi tidak bisa ditentukan musim. Pokoknya asal mau menjelang hujan tapi sekarang musim kering pun juga ada. Walaupun tidak banyak. Biasanya puncaknya itu Januari sehingga kita antisipasi biar tidak ada ledakan bulan Oktober. Tapi dengan musim kacau begini tidak bisa,” ujarnya.
Menurutnya, dalam mencegah DBD yang terpenting adalah merubah sikap perilaku masyarakat yang biasanya setiap ada kasus DBD pingin instan dengan foging. Padahal bisa dilakukan dengan pencegahan telebih dahulu.
Masyarakat katanya agar bisa melihat hilangnya nyamuk, mutlak dilakukan dengan kebersihan yang dilaksanakan secara rutin. Selain itu bisa terwujudkan kader satu jentik nyamuk, semua pemilik rumah harus ada kader sendiri bukan oleh petugas Puskesmas maupun dari Dinas Kesehatan.
Makanya ujar Kabid P2P ini ada satu kader satu jumantik. Maksudnya semua pemilik rumah sebagai kader pemilik rumah harus menengok rumahnya ada jentik tidak, dispenser, tempat fas bunga, ban-ban bekas di halaman. Termasuk potongan bambu, pagar bolong. Hal-hal itu masyarakat sendiri yang paling tahu. Pada penyuluhan itu yang penting ujarnya adalah pemberian informasi kepada masyarakat.

Sumber : http://poskotanews.com/2017/01/19/71-desa-di-indramayu-endemis-dbd/