Tim Piala Dunia Ditambah, Peluang Timnas Indonesia Makin Besar

Keputusan FIFA untuk menambah kontestan putaran final Piala Dunia dari 32 menjadi 48 negara mulai 2026 bisa dipakai sebagai momentum pembenahan sepak bola Indonesia, kata mantan pelatin timnas di bawah usia 19 tahun Indra Sjafri.
Secara teknis, penambahan jumlah peserta putaran final meningkatkan kans negara-negara Afrika dan Asia, termasuk Indonesia.

“Tapi kita tak bisa hanya berangan-angan bahwa tahun 2026 kita akan ke Piala Dunia tanpa ada action (tindakan). Bagaimana menuju ke sana? Mau tidak mau, Indonesia harus melakukan pembinaan yang benar-benar baik,” kata pelatih yang kini mengasuh klub Bali United tersebut.
“Kita harus secara serius mengurusi kompetisi dari usia dini, yang disesuaikan dengan kondisi geografis di Indonesia. Jadi harus ada rencana dan langkah yang nyata. Kalau tak ada, mustahil Indonesia masuk ke Piala Dunia … kita harus konsisten dan memberi komitmen yang besar terhadap pembinaan,” katanya.
Ia mencontohkan Jepang yang memasang target juara di Piala Dunia pada 2050. Para pemain yang akan terjun di Piala Dunia belum lahir sekarang, tapi rencana besar sudah ditetapkan.
Ia meminta semua pemangku kepentingan sepak bola di Indonesia memiliki cetak biru atau rancangan besar (grand design) pembinaan sepak bola jangka panjang.
“Kita juga tak punya identitas bermain, seperti apa sih identitas permainan Indonesia? Kita tak bisa meniru identitas negara lain. Profil pemain Indonesia dan negara-negara Eropa atau negara lain berbeda,” kata Indra.asional.
Hal lain yang menjadi perhatian Indra adalah jumlah pelatih bersertifikat di Indonesia yang hanya sekitar 3.000 orang saja, sementara di Jepang jumlahnya mencapai tak kurang dari 60.000.
Soal modal pemain, Indra mengatakan Indonesia adalah ‘gudangnya pemain potensial, ada banyak pemain hebat tapi Indonesia tak mau menjadi hebat’.
“Ada potensi, tapi pertanyaannya adalah bagaimana mengelola potensi ini?” kata Indra. “Kalau tak dikelola atau dibina dengan baik, maka potensi tak akan berkembang secara maksimal,” katanya.
Keputusan menambah peserta putaran final Piala Dunia mulai penyelenggaraan 2026 diputuskan dalam pertemuan FIFA di Zurich, Swiss, hari Selasa (10/01).
Para peserta nantinya akan dibagi dalam 16 grup, masing-masing beranggotakan 3 tim, dengan waktu penyelenggaraan 32 hari.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang sejak awal mendukung usul ini menjelaskan bahwa perubahan tersebut dimaksudkan untuk membuat Piala Dunia ‘lebih inklusif’.
Sebelumnya, di konferensi sepak bola di Dubai bulan Desember, Infantino mengatakan penambahan jumlah peserta Piala Dunia akan berdampak positif terhadap ‘pengembangan sepak bola di seluruh dunia’.
Perhitungan FIFA menunjukkan, dengan menambah jumlah peserta menjadi 48 tim, penerimaan turnamen akan naik menjadi £5,29 miliar (sekitar Rp85,3 triliun) dengan potensi nilai keuntungan bersih sekitar £521 juta (Rp8,4 triliun ).

“Tapi kita tak bisa hanya berangan-angan bahwa tahun 2026 kita akan ke Piala Dunia tanpa ada action (tindakan). Bagaimana menuju ke sana? Mau tidak mau, Indonesia harus melakukan pembinaan yang benar-benar baik,” kata pelatih yang kini mengasuh klub Bali United tersebut.
“Kita harus secara serius mengurusi kompetisi dari usia dini, yang disesuaikan dengan kondisi geografis di Indonesia. Jadi harus ada rencana dan langkah yang nyata. Kalau tak ada, mustahil Indonesia masuk ke Piala Dunia … kita harus konsisten dan memberi komitmen yang besar terhadap pembinaan,” katanya.
Ia mencontohkan Jepang yang memasang target juara di Piala Dunia pada 2050. Para pemain yang akan terjun di Piala Dunia belum lahir sekarang, tapi rencana besar sudah ditetapkan.
Ia meminta semua pemangku kepentingan sepak bola di Indonesia memiliki cetak biru atau rancangan besar (grand design) pembinaan sepak bola jangka panjang.
“Kita juga tak punya identitas bermain, seperti apa sih identitas permainan Indonesia? Kita tak bisa meniru identitas negara lain. Profil pemain Indonesia dan negara-negara Eropa atau negara lain berbeda,” kata Indra.asional.
Hal lain yang menjadi perhatian Indra adalah jumlah pelatih bersertifikat di Indonesia yang hanya sekitar 3.000 orang saja, sementara di Jepang jumlahnya mencapai tak kurang dari 60.000.
Soal modal pemain, Indra mengatakan Indonesia adalah ‘gudangnya pemain potensial, ada banyak pemain hebat tapi Indonesia tak mau menjadi hebat’.
“Ada potensi, tapi pertanyaannya adalah bagaimana mengelola potensi ini?” kata Indra. “Kalau tak dikelola atau dibina dengan baik, maka potensi tak akan berkembang secara maksimal,” katanya.
Keputusan menambah peserta putaran final Piala Dunia mulai penyelenggaraan 2026 diputuskan dalam pertemuan FIFA di Zurich, Swiss, hari Selasa (10/01).
Para peserta nantinya akan dibagi dalam 16 grup, masing-masing beranggotakan 3 tim, dengan waktu penyelenggaraan 32 hari.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang sejak awal mendukung usul ini menjelaskan bahwa perubahan tersebut dimaksudkan untuk membuat Piala Dunia ‘lebih inklusif’.
Sebelumnya, di konferensi sepak bola di Dubai bulan Desember, Infantino mengatakan penambahan jumlah peserta Piala Dunia akan berdampak positif terhadap ‘pengembangan sepak bola di seluruh dunia’.
Perhitungan FIFA menunjukkan, dengan menambah jumlah peserta menjadi 48 tim, penerimaan turnamen akan naik menjadi £5,29 miliar (sekitar Rp85,3 triliun) dengan potensi nilai keuntungan bersih sekitar £521 juta (Rp8,4 triliun ).

Sumber : http://www.bbc.com/indonesia/olahraga-38568839