by

Ditjen Pendis Siapkan 10 Milyar Untuk Pengembangan MAN 4 Jakarta

Jakarta – inionline.id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta sedang mempersiapkan program pengembangan. Saat ini, lembaga pendidikan Islam yang terletak di Jakarta Selatan ini sedang menyiapkan master plan pengembangan madrasah unggul guna memenuhi ekpektasi masyarakat Ibu Kota Jakarta.
“Selaku Dirjen Pendidikan Islam, saya akan membantu 10 milyar agar rencana pengembangan MAN 4 segera terwujud,” terang Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin saat menggelar Diskusi Terbatas Pengembangan MAN 4 Jakarta, Senin (19/12), di Jakarta.
Namun demikian, bantuan itu akan diberikan jika MAN 4 Jakarta dapat menyelesaikan master plan dalam waktu dua bulan ke depan. Menurut Kamaruddin, master plan pengembangan sangat penting untuk merespon tuntutan masyarakat Kota Jakarta, baik dari aspek budaya, pengembangan akademik, kebutuhan guru, desain sarana dan prasarana, serta tuntutan modernisasi dan globalisasi.
“Buatlah masterplan MAN 4 yang terbaik, baik dari sisi desain kuriulum maupun desain sarana dan prasarana yang memiliki detail engineering design (DED),” kata Kamarudin.
Selain itu, lanjut doktor lulusan Jerman ini, hal yang tidak kalah penting adalah nilai keunggulan yang menjadi pembeda antara MAN 4 dengan madrasah lainnya. Hal ini diperlukan agar ada alasan kuat untuk mewujudkan MAN 4 sebagai Madrasah Unggulan.
Selain bantuan pengembangan madrasah, Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini juga berjanji akan menambah anggaran sebesar 3 milyar lagi untuk penyelesaain masjid dan 1 milyar untuk pembuatan akses jalan dan pemagaran lingkungan MAN 4.
Agar hasilnya maksimal, Kamarudin berpesan agar MAN 4 dapat mencari konsultan pendidikan terbaik, sekaligus konsultan manajemen untuk membuat master plan. Tidak hanya soal visi dan misi, master plan juga harus dapat mengakomodir nilai dan budaya lokal DKI Jakarta dan kekhasan keagamaan di madrasah.
Kepala MAN 4 Jakarta Ismail Nur mengaku madrasah yang saat ini dipimpinnya merupakan lembaga pendidikan yang strategis. Sebab, MAN 4 berada di lokasi jalur tol lingkar luar selatan yang menghubungkan Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sekaligus jalur Jawa Sumatera. Selain itu, MAN 4 juga strategis untuk dijadikan etalase pendidikan di Ibukota Jakarta yang represantatif, mewakili budaya Indonesia dan Islam, serta mudah diakses para tamu luar negeri yang datang ke Indonesia.
Selama ini, MAN 4 Jakarta memiliki segudang prestasi, baik bidang akademik maupun non akademik. Pengembangan MAN 4 akan diorientasikan pada penguatan sarana dan prasarana pendukung program akademik unggulan, asrama, sarana olah raga, serta pusat kegiatan agama (masjid) yang dapat menampung 2.500 orang.
MAN 4 juga bias menjadi Madrasah Terpadu dan Unggul karena di sekitarnya terdapat MTsN 3 Pondok Pinang Jakarta dan MIN 4 Jakarta.
Ikut mendampingi kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kasubdit Kesiswaan Direktorat Pendidikan Madrasah Ida Nur Qosim, Kasi Penmad Jakarta Selatan Hasyim Anwar, Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DKI Jakarta Nur Pawaiduddin, dan sejumlah pejabat Kementerian Agama lainnya. (Ald/Kemenag)