globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Ini Foto Cerita

 

Sudahkah Mereka Merdeka?

Apakah arti Merdeka?, seringkali kata merdeka digemakan utamanya bagi Masyarakat Indonesia, dapatkah kita memaknai arti kata merdeka?, Jauh diujung sana masih banyak orang bertanya , benarkah kita sudah merdeka?

Secara universal kita memang telah memerdekakan diri, pekikan kemerdekaan itupun lantang diterikan Presiden pertama Soekarno pada 17 Agustus 72 tahun silam. Merdeka yang artinya terlepas dari segala bentuk penjajahan. Namun perjuangan sesungguhnya barulah dimulai sejak Bung Karno meneriakan kata tersebut.

Agustus ini tepat 72 tahun sudah Bangsa Indonesia merdeka. Tapi apakah seluruh rakyat Indonesia ikut merasakan kemerdekaan itu? Atau, kemerdekaan saat ini hanya sebagai bentuk seremonial dan euforia belaka? Apa hakikat sebuah kemerdekaan? Benarkah kita sudah merdeka yang sebenarnya? Atau, hanya kemerdekaan semu yang secara otomatis kita rayakan setiap tahunnya?

Mari kita tengok warga Kampung Pulo Geulis, kota bogor, mereka yang setiap harinya beraktifitas dibantaran sungai Ciliwung seolah mencerminkan sesaknya kemerdekaan bagi anak anak penerus, betapa tidak, ruang terbuka hijau yang tak dimiliki memaksa mereka menghabiskan paruh waktunya diantara bebatuan sungai. Bahkan mandi dan mencuci baju pun terpaksa mereka lakukan dialiran sungai yang sama, sudahkan mereka merdeka?

Pulo Geulis merupakan pulau kecil di tengah Sungai Ciliwung  di Kota Bogor, tepatnya di sebelah selatan Kebun Raya Bogor. Babakan Pasar. Kota Bogor. Dengan luas wilayah sekitar 3,5 hektare, Pulo Geulis dihuni kurang lebih 2.500 jiwa, dengan kata lain kepadatannya sekitar 700 jiwa per hektare. Kendati terlihat tak layak bagi anak – anak untuk menikmati dunia bermainnya. Pada sabtu (22/7/2017). Pemerintah Kota Bogor dinobatkan sebagai kota ramah anak disalah satu hotel di Pekan Baru. Riau, entah apa yang menjadi tolak ukur penobatan tersebut yang pasti sebuah kemerdekaan atau kebebasan yang nyaman dan aman bagi anak – anak kampung pulo geulis taklah senyaman mimpi mereka dikala matahari berganti bulan dan bintang. (hendi)