by

OTT Edhy Prabowo, GERAM Minta KPK Periksa Rahayu Saraswati

Inionline.id, –Tangsel – Pengusutan kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster (benur) yang menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka memantik bola panas. Pasalnya, dalam kasus tersebut ditengarai melibatkan banyak pihak, terutama perusahaan yang mendapatkan karpet merah untuk melakukan ekspor benur.

Hari Jumat (4/12), puluhan pemuda dan mahasiswa dari Gerakan Rakyat Anti Manipulasi (GERAM) menggelar unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka mendesak komisi antirasuah memeriksa sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi ekspor benur, termasuk Rahayu Saraswati. Seperti diketahui, Rahayu yang kini mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota Tangerang Selatan itu merupakan Direktur Utama PT Bima Sakti Mutiara.

PT Bima Sakti Mutiara merupakan satu dari sejumlah perusahaan yang mendapatkan izin ekspor benur. “Kami mendesak KPK mengusut tuntas keterlibatan sejumlah pihak dalam kasus ekspor benur, salah satunya Rahayu Saraswati,” kata Koordinator GERAM Ramadhan Syhukur, Jumat (4/12).

Selain itu, GERAM juga mendesak komisi antirasuah untuk cepat mengembangkan penyidikan perkara, termasuk segera memeriksa pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam pusaran perkara.

“Kami juga mendesak KPK segera menetapkan status hukum Rahayu Saraswati apabila dia terbukti bersalah secara hukum,” ujar Ramadhan.

Menurut Ramadhan, jika KPK tidak segera memanggil dan menetapkan status hukum keponakan Rahayu Saraswati, GERAM berencana kembali menggelar unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih banyak. (Red).