by

Setibanya di Taiwan 27 PMI Terdeteksi COVID, BP2MI Sidak Sejumlah Perusahaan

Inionline.id – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan sidak di Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di Tangerang. Sidak ini menyusul adanya informasi 27 pekerja migran Indonesia terpapar virus Corona di Taiwan setelah berangkat dari perusahaan penempatan pekerja migran.

Informasi 27 pekerja terinfeksi Corona itu didapatkan dari KDEI Taiwan. Para pekerja ini sebelumnya dikirimkan dari Perusahaan Penempatan Pekerja Migran di Tangerang. Lalu mereka terdeteksi positif Corona setibanya di negara Taiwan.

“BP2MI telah mengirimkan Surat Edaran kepada P3MI di masa penempatan adaptasi kebiasaan baru, PMI wajib melakukan tes PCR sebelum terbang ke negara penempatan. Karena pemerintah ingin memastikan anak-anak bangsa benar-benar bisa terjamin keselamatan kesehatannya,” kata Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, dalam keterangannya, Jumat (20/11/2020).

Atas dasar itulah, akhirnya BP2MI melakukan sidak di sejumlah perusahaan penempatan pekerja migran di Tangerang. Sidak ini dilakukan untuk memastikan bagaimana protokol kesehatan yang diterapkan selama PMI berada di penampungan, seperti apa perlakukan P3MI terhadap PMI,

“Pemerintah tidak ingin dengan terjadinya peristiwa ini, pemerintah Taiwan berpikir dari sudut pandang lain dan menganggap Indonesia sengaja mengirimkan PMI yang terinfeksi COVID-19. Bahkan dikhawatirkan hal ini bisa mengganggu hubungan Indonesia-Taiwan,” ucap Benny

Setelah ditemukannya 27 PMI yang terinfeksi Corona di Taiwan ini, kantor perwakilan pemerintahan Republic of China (Taiwan) di Indonesia mengeluarkan surat edaran untuk memperketat aturan masuknya PMI ke Taiwan. Aturan itu termasuk PMI wajib melakukan tes PCR 3 hari sebelum terbang, dan akan memberhentikan proses penempatan PMI oleh 5 PT yang mengirimkan PMI terinfeksi COVID-19.

“Kami butuh komitmen dari P3MI untuk dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam melakukan penempatan PMI di masa adaptasi kebiasaan baru ini, agar tidak ada respon negatif dari negara penempatan,” tutupnya.