by

Kritik Erni Sugiyanti Terkait Data Bansos Pemprov Jabar

Bogor, Inionline.Id – Kritik keras dilontarkan Erni Sugiyanti selaku anggota komisi III DPRD Jawa Barat kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat menggelar resesnya pekan lalu, Selasa (10/11/2020), di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Terkait banyaknya keluhan masyarakat soal bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tidak tepat sasaran dan data yang eror, Erni tampak geram dengan carut marutnya bansos Jabar tersebut.

Dirinya mengatakan bahwa komisi III DPRD Jabar telah mengalami perubahan anggaran dari yang tadinya disepakati hingga 5 kali perubahan.

“Ini mau sampai kapan ada perubahan terus, sesungguhnya kami tidak paham apa yang terjadi, sampai kami bertanya anggarannya ada tidak sih ?, karena tiba-tiba berubah, asumis yang tadinya sekian jadi sekian, lama-lama jadi merosot itu apa sebabnya, sedangkan kalau dilihat dari kinerja pekerjaan yang sudah dilakukan pemda kami melihatnya belum seluruhnya tercapai, apakah kemudian ada kesalahan target sehingga tidak sesuai dengan perencanaan atau seperti apa,” tegas Erni.

Politisi PKB tersebut pun menjelaskan bahwa untuk pendataan masyarakat supaya lebih aktual sebenarnya bisa menggunakan anggaran desa sebagian kemudian ada juga dana desa dari provinsi itu juga bisa sebagian.

“Kalau semuanya ikut mendukung, itu mesti terjadi karena itu kebutuhan kita, sekarang sudah dunia digital tidak mungkin kembali manual, Kang Emil dari awal sebelum jadi gubernur yang digembar-gemborkan itu adalah bagaimana provinsi Jabar provinsi yang smart, sangat maju tekhnologi informatikanya, itu bisa ditunjang kalau persoalan sinyal, data itu beres, kalau itu gak beres bullshit,” kata Erni.

Dirinya pun menyinggung masalah handphone untuk para RW di Jawa Barat, sekarang Erni mempertanyakan posisi program tersebut beserta efektifitas para RW dalam melakukan komunikasi dengan Ridwan Kamil.

“Apakah handphone masih dimiliki hingga saat ini, terus dipakai apa, dipakai laporan apa enggak, itu yang kemudian ternyata buat kita pak Gubernur bisa pintar, bisa cerdas, tetapi harus sejalan dengan sumber daya manusia yang kita miliki juga gitu lho, diajari dulu ngisi aplikasi, bukan tiba-tiba aplikasinya ada tanpa sosialisasi, orang suruh isi, gagap, karena gagap akhirnya itu handphone dipakai untuk main game, habislah uangnya buat kuota main game,” terang Erni.

Menurutnya anggaran untuk beli handphone RWse-Jawa Barat menjadi sia-sia, tujuannya mungkin bagus tetapi pada kenyataanya urusan urusan ini harusnya riset dulu, seperti apa yang cocok dengan lingkungan Jawa Barat.

“Jangan kemudian top-down, top-down terus selama ini, ya memang kita harus bottom-up, itu memang lama tapi tidak apa-apa karena ini berkaitan dengan manusia bukan kemudian mesin yang tinggal pencet tombol,” tutup Erni.