by

Jaga Pembangunan Kota Bogor, Dody Hikmawan Turun Langsung Awasi Pengaspalan Jalan

Bogor, Inionline.Id – Anggota DPRD Kota Bogor daerah pemilihan Kecamatan Bogor Barat, Dody Hikmawan melakukan pengawasan langsung ke lapangan terkait proyek pengaspalan jalan di Cemplang Baru, RT 02/12, Kelurahan Cilendek Barat, Kota Bogor, pada Selasa (17/11/2020).

Menurut Dody, dalam pengawasannya kali ini dirinya bersyukur bahwa di wilayah RW 12 RT 02 telah dilaksanakan kegiatan pengaspalan jalan dimana realisasinya ternyata lebih dari 200 meter.

“Mudah-mudahan ini memberikan keberkahan dan manfaat buat masyarakat Cemplang, tentu disini saya dari DPRD Kota Bogor punya tugas untuk lakukan pengawasan,” kata Dody.

Dirinya pun menambahkan bahwa pekerjaan pengaspalan ini sesuai dengan SPK nya, sesuai dengan proposalnya, dan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Mudah-mudahan ini manfaatnya bisa jangka panjang ketika pelaksanaannya tepat speknya sehingga bisa bermanfaat lebih panjang di wilayah Cemplang baru,” tutur Dody.

Politisi PKS ini pun menambahkan bahwa ditengah keterbatasan anggaran saat ini di wilayah RW 12, Cilendek barat ternyata bisa terealisir program dalam bentuk pengaspalan.

“Laporan dari pengurus RT dan RW bahkan pelaksanaannya ada yang dilebihkan atau bonus di area jembatan yang tadinya tidak menjadi bagian dari pengaspalan masih bisa dibantu oleh pelaksana untuk diaspal, jadi mudah-mudahan bermanfaat,” pungkas Dody.

Anggota DPRD Kota Bogor, Dody Hikmawan, menanyakan langsung terkait kondisi jalan pasca diaspal kepada Ketua RT 02, Cilendek barat, Yayan Sopian pada Selasa (17/11/2020).

Ketua RT 02, Yayan Sopian awalnya sempat keberatan jika tebal aspan hanya 2 cm di jalan wilayahnya, namun ketika dinyatakan tebal aspal 3 cm maka dirinya menyetujui pembangunan jalan wilayahnya.

“Panjang jalan 200 meter, lebar 2 meter, serta saya pun menginginkan adanya saluran air dengan ukuran lebar 40 atau 4×4, kedalaman 2 meter, 12×12, sebanyak 13 titik,” imbuh Yayan.

Jarot selaku pelaksana pekerjaan dari CV Anda Pratama mengatakan bahwa waktu pengerjaan cukup satu hari dengan dikerjakan 12 orang pekerja.

“Mulai pagi jam 2 siang sudah selesai pengerjaan, yang lama hanya menggali drainase saja,” tutup Jarot. (JC)