by

Dewan Jawa Barat Ahmad Ru’yat Serap Berbagai Aspirasi dari Masyarakat Pamijahan

PAMIJAHAN, Inionline.id – Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Ahmad Ru’yat menyerap berbagai aspirasi masyarakat Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor.

Mayoritas masyarakat serta kepala Desa menyampaikan berbagai aspirasi disampaikan dan diterima Ahmad Ru’yat, sesuai kapasitas sebagai anggota legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat.

Mantan wakil wali kota Bogor, Ahmad Ru’yat biasa disapa Ru’yat, konsisten perjuangkan aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Bogor.

“Selain itu ini adalah ajang silaturahmi saya sebagai wakil rakyat dengan masyarakat dan mendengarkan langsung aspirasi dari masyarakat hingga ke tingkat bawah,” ujarnya pada Selasa (10/11/2020).

Adapun yang menjadi usulan mayoritas masyarakat Desa Ciasihan saat reses I tahun 2020-2021 Ahmad Ru’yat wakil ketua DPRD Jawa Barat di Kp. Cibuluh RT 03/06 Desa Ciasihan Kecamatan Pamijahan yakni peningkatan bantuan provinsi (Banprov) untuk Desa dan bantuan sosial (Bansos) penanganan covid 19.

“Informasinya bantuan sosial Provinsi yang saat ini ada penurunan yang bantuan natura dari RP. 350 ribu menjadi RP. 250 ribu dan bantuan tunainya RP. 150 ribu menjadi 100 ribu, dan Banprov yang setiap tahun untuk Desa RP. 130 juta pertahun untuk diminta ditingkatkan, ini akan menjadi evaluasi kita kedepannya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama kepala Desa Ciangsana Kusnadi mengatakan, banyak aspirasi yang telah disampaikan melalui reses ini, diharapkan bisa ditindak lanjuti oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

“Pemda Jawa Barat agar lebih bisa membuat program-program untuk desa agar desa menjadi tulang punggung masyarakat, namun kemudian Gubernur berbicara di ke publik tapi infrastruktur dan sistem belum di buat,” ucap Kades.

“Sebetulnya ini yang menjadi persoalan kami kepala desa, dihadapkan seperti berperang dengan masyarakat, pemprov jawa barat mudah-mudahan bisa mempriotaskan desa, karena dulu visi misinya dulu membangun di desa,” pungkasnya.