by

Banyak Keluhan Sistem Belajar Daring, Abdul Muiz Kemukakan Solusinya

Bandung, Inionline.Id – Mewabahnya virus corona membuat metode belajar mengajar berubah.

Semua sekolah menerepkan metode pembelajaran jarak jauh (pjj) atau belajar online dalam jaringan (daring).

Di masa sebelum pandemi global Covid-19 melanda, para murid dan guru melakukan kegiatan belajar mengajar berinteraksi langsung bertatap muka di sekolah.

Kegiatan belajar mengajar secara daring ini bukan hanya tantangan bagi para siswa.

Namun, tantangan juga bagi para tenaga pendidik. Para guru harus tetap bekerja secara profesional mengajar murid-muridnya dengan bermodalkan teknologi.

Tidak terkecuali di Jawa Barat dimana banyak keluhan hal itu mendapatkan perhatian dari Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Kota Bandung.

Ketua Fortusis Dwi Subawanto sangat menyayangkan masih banyaknya persoalan teknis yang dihadapi warga dalam proses pendaftaran PPDB.

Padahal, disebutkan dia, tujuan awal menggelar PPDB secara daring adalah agar meminimalisir interaksi tatap muka antara panitia dengan peserta ataupun orang tua peserta.

“Seharusnya kan semakin maju secara teknologi, kok ini malah stagnan bahkan terbilang mundur,” ucapnya.

Anggota komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Muiz pun mengatakan bahwa guru harus melakukan inovasi dalam proses pembelajaran online agar menghasilkan pembelajaran yang berkualitas sebagai salah satu solusi sistem belajar daring.

“Kita juga mendorong agar melakukan kesiapan-kesiapan ketika situasi membaik, namun secara bertahap semuanya juga menunggu rekomendasi dari gugus tugas Covid-19 di daerah,” ujar Muiz pada Selasa (06/11/2020).

Dirinya pun berharap agar pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga proses belajar mengajar bisa kembali normal.