by

Bansos Pemprov Jabar dan Infrastruktur Desa Jadi Sorotan, Supono Tegaskan Akan Sampaikan Masalahnya ke Gubernur Jawa Barat

Bogor, Inionline.Id – Anggota komisi  IV DPRD Jabar, fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Supono menggelar reses I tahun sidang 2020-2021 yang berlokasi di Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pada Selasa (10/11/2020).

Acara yang di hadiri oleh puluhan orang tersebut tetap dijalankan sesuai protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Aspirasi pertama datang dari Heri selaku Kepala Desa Cigombong, menurutnya terdapat drainase yang sangat membahayakan warga sekitar.

“Tahun 2020 ini sebenarnya sudah mencanangkan program drainase yang ada di jalan pasar, sekarang sudah ada karena tahun 2013 ada anak-anak yang sedang bermain disana karena hujan yang besar, daya tampung selokan sudah tidak mampu menampung debit air disana akhirnya anak tersebut wafat karena terbawa arus yang ada disana,” ujar Heri.

Sejak 2013 hingga hari ini belum ada perbaikan atau penambahan volume drainase, yang ada justru sekarang adalah ukurannya hanya setengah meter kali setengah meter sedangkan debit air yang harus ditampung berasar dari 4 aliran air yaitu dari jalan raya memasuki selokan, kampung kongsi, dari perumahan, lalu dari pasar.

“Ketika hujan, debit air di selokan itu memang sudah tidak menampung bahkan aliran air begitu tinggi hingga kalau ada motor yang parkir disana akan terbawa arus,” imbuh Heri.

Kemudian Turab di RW 04 Desa Cigombong juga sangat dibutuhkan karena keadaanya sudah retak-retak dan sudah terjadi longsor akibat musim kemarau tanahnya kering dan ketikan hujan maka air masuk kemudian menimbulkan longsor.

Bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan oleh anggota DPRD Jabar, Supono (kiri) dengan menyerahkan bantuan masker dari pemprov Jabar kepada Kades Cigombong, Heri (kanan) pada Selasa (10/11/2020).

Kemudian aspirasi kedua datang dari Kepala Sekolah SMK Bambu Pasundan Cigombong dimana menurutnya pembelajaran daring tidak efektif dan malah meningkatkan biaya belajar anak.

Selain itu adapula keluhan terkait bantuan sosial (bansos) dari pemprov Jabar yang disampaikan oleh Alex selaku warga Desa Cigombong, dirinya mengaku belum sekalipun mendapat bantuan saat pandemi sedangkan pendapatannya menurun.

“Pertama aspirasi dari desa, banyak tempatlah yang memang infrastruktur pedesaan masih memerlukan banyak sentuhan penanganan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi utamanya tadi infrastruktur jalan, drainase, turap, serta sarana air bersih,” kata Supono

Lanjut, setelah masalah tersebut masyarakat pun dihadapkan kepada masalah PSBB dan pembelajaran daring bagi para murid yang ternyata menimbulkan masalah baik itu dari kuota, serta akses. Dalam hal ini, Supono mengingatkan dinas serta instansi terkait agar minimal memberikan keringanan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

Terkait bansos Jabar untuk Covid-19, Supono pun mengakui terjadinya tidak tepat sasaran terhadap bantuan yang turun ke masyarakat.

“Kami juga akan sampaikan ini ke Pemprov Jabar, mudah-mudahan akan ada perbaikan data sehingga pada program-program berikutnya errornya lebih berkurang terkait salah sasarannya,” tutur Supono.

Dirinya pun menegaskan bahwa seluruh hasil reses ini akan dilaporkan di fraksi yang kemudian di elaborasi kemudian akan menjadi rekomendasi legal formal fraksi yang akan disampaikan ke dinas-dinas terkait dan tidak terkecuali juga disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat.