by

Ada Warga Mandi Memakai Air Galon, Pemkot Banda Aceh: PDAM Sedang Sistem Bergilir

Banda Aceh, Inionline.id – Warga Desa Surien, Meuraxa, Banda Aceh, Aceh, mengaku terpaksa mandi pakai air galon isi ulang karena PDAM mati total sejak seminggu lalu. Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh menyebut PDAM saat ini memberlakukan sistem bergilir untuk memasok air ke rumah warga.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Dirut PDAM, beliau menyampaikan bahwa memang sekarang kita lagi pengerjaan WTP (water treatment plant) sehingga berkurangnya produksi akibat pekerjaan peningkatan kapasitas WTP kita,” kata Kabag Humas Pemkot Banda Aceh Said Fauzan saat dimintai konfirmasi, Selasa (17/11/2020).

Proses pengerjaan dilakukan sejak September hingga Desember mendatang. Selama pengerjaan proyek pekerjaan peningkatan kapasitas produksi IPA Lubok Batee, PDAM memberlakukan sistem bergilir.

Menurut Said, setiap desa mendapat giliran mati PDAM selama 24 jam. Dia juga mengirim jadwal desa yang mati PDAM sesuai yang dirilis PDAM.

“Saat ini kita memang melakukan penggiliran 2:1. Dua hari hidup satu hari mati,” jelas Said.

“Tidak ada desa yang mati seminggu. Kalau ada, hanya di beberapa pelanggan,” sambungnya.

Sebelumnya, warga di Surien, Meuraxa, Banda Aceh, sudah sepekan kesulitan mendapatkan air bersih karena layanan PDAM mati total. Warga yang mengandalkan layanan PDAM pun terpaksa membeli air galon isi ulang untuk mandi atau keperluan lain.

“Dalam seminggu ini di kompleks kami nggak ada air sama sekali. Saya berangkat kerja kadang cuma cuci muka saja,” kata seorang warga Surien, Ibnu Hajar, kepada wartawan, Senin (16/11).

Ibnu mengaku selama ini harus membeli air di depot isi ulang yang ada di desa tetangga. Depot isi ulang di desanya juga sudah tutup karena tidak ada air.