by

Satu Hotel di Bogor Dipersiapkan Untuk Perawatan Pasien OTG

BOGOR, Inionline.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini tengah mematangkan satu hotel yang akan digunakan untuk merawat pasien Covid-19 dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

Dana untuk hotel tersebut pun saat ini sudah diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, rekomendasi itu saat ini juga sedang di-review oleh inspektorat mengenai standar biaya atau Rencana Anggaran Biaya (RAB)-nya.

Selain berkomunikasi dengan kepala BNPB dirinya juga telah berkomunikasi dengan ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) pusat. “Jadi sudah disepakati rekomendasi PHRI, tinggal kemudian di-review BPKP,” ujarnya.

Kemudian kata Bima, Kota Bogor saat ini masih berada di status zona merah. Sehingga Pemkot ingin meningkatkan Bed Occupancy Ratio (BOR).

Hal itu pun dalam upaya menurunkan status Kota Bogor dari zona merah. Saat ini, presentase penggunaan tempat tidur (TT) di Kota Bogor sudah membaik di angka 53,1 persen.

“BOR kita 53,1 persen, artinya membaik. Minggu lalu tuh 60 persen itu ada di ambang batas World Health Organization (WHO),” beber Bima lagi.

Bima mengatakan, saat ini Kota Bogor memiliki jumlah total 341 tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Kota Bogor. Ditambah lagi, saat ini tempat isolasi khusus pasien tanpa gejala (OTG) di BNN Lido sudah mulai digunakan.

“Ada 20 kasus sekarang di Lido dan ada dua (pasien) yang sembuh dari Lido,” tutur Bima.

Jika hotel tersebut sudah berlaku sebagai tempat penampungan atau karantina OTG, Bima berharap BOR di Kota Bogor akan membaik.

“Kalau hotel ini sudah berlaku sebagai tempat penampungan atau karantina OTG, Insyaallah BOR di Kota Bogor akan membaik. Sehingga skornya akan membaik,” tutup Bima.