by

Kader PAN Tak Mendukung Paslon di Pilkada Terancam Dipecat

Inionline.id – Pengurus PAN di daerah yang menyelenggarakan Pilkada terancam dipecat jika diketahui tak ikut aktif memenangkan pasangan calon yang diusung atau melanggar aturan. Hal ini bertujuan agar upaya pemenangan dan meraih suara bisa berjalan maksimal.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN, Mohammad Eddy Dwiyanto Soeparno menjelaskan, calon yang maju atau didukung PAN dalam Pilkada tidak bisa berjuang sendiri.

“Semua elemen partai harus ikut membantu. Ini berlaku bagi pengurus, anggota DPRD di daerah yang menyelenggarakan pilkada. Kalau tidak, kami siapkan sanksi,” katanya usai konsolidasi konsolidasi pemenangan pasangan calon Bupati Bandung Yena Iskandar dan Calon Wakil Bupati Atep, di Jalan Cijagra Kota Bandung, Rabu (21/10).

Ketua DPP PAN, Ahmad Nadjib Qodratul menambahkan, sanksi yang diberikan akan bertahap, dari mulai ringan hingga berat. Seperti pemecatan bahkan Pergantian Antar Waktu (PAW) bagi yang duduk di kursi legislatif.

“Kader wajib memenangkan, jadi bukan hanya mendukung dan mencoblos saja. Jika terbukti tidak memenangkan maka akan diberikan sanksi berat secara bertahap,” ujarnya di tempat yang sama.

Untuk itu, semua kinerja kader di daerah yang menyelenggarakan Pilkada akan dipantau dengan ketat dalam hal aktivitas untuk memenangkan pasangan yang didukung atau diusung PAN.

Bukan isapan jempol belaka, pemberian sanksi berupa pemecatan sudah dilakukan kepada PAN yang juga anggota DPRD Kabupaten Ciamis hingga berujung PAW.

“Jika kesalahan itu fatal maka tidak akan segan-segan untuk melakukan pemecatan seperti di Ciamis,” tegasnya.

Sindir Syahrul Gunawan

Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung, Atep mengakui ada kemudahan dalam kampanye karena publik sudah mengenal dirinya sebagai mantan kapten Persib Bandung. Artinya, ia tinggal fokus menawarkan program tanpa harus susah payah mengenalkan dirinya sebagai personal calon wakil bupati.

“Saya merupakan pendatang baru di dunia politik praktis. Alhamdulillah kalau memang kehadiran saya di pilkada jadi perhatian,” kata pria yang berpasangan dengan Yena Iskandar Masoem dalam Pilkada Kabupaten Bandung itu.

Dalam kontestasi di kawasan Kabupaten Bandung, selain Atep ada Sahrul Gunawan yang berlatar belakang sebagai pesohor, bukan dari politisi yang memiliki popularitas. Disinggung mengenai hal itu, Atep menggarisbawahi ada perbedaan yang signifikan.

“Saya pendatang baru dengan popularitas (tinggi), Kang Sahrul juga dengan popularitas (tinggi). Tapi karena saya berlatarbelakang atlet sepakbola, maka saya punya daya juang dan tidak pernah berakting (seperti Sahrul Gunawan),” ucap dia.

Yena Iskandar Ma’soem pun menilai Atep punya kapasitas yang baik selain karena berlatarbelakang pemain sepakbola profesional. “Kang Atep dan saya sadar harus bisa menyelesaikan permasalahan di Kabupaten Bandung. Saya punya pengalaman sebagai pengusaha dan berlatarbelakang di dunia kesehatan,” pungkasnya.