by

Bukan Elemen Buruh, Massa Anarki Tolak Omnibus Law di Surabaya Didominasi oleh Remaja

Surabaya, Inionline.id – Polisi mengamankan 505 orang diduga melakukan pengrusakan sejumlah fasilitas umum (Fasum) hingga melawan petugas saat demonstrasi menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law. Polisi menyebut ratusan orang yang diamankan bukan dari elemen buruh, namun banyak ditemui anak-anak hingga remaja.

“Kemudian prosesnya kita akan hukum, kalau sesuai (pemeriksaan) ada anak-anak kemudian yang kita rasa belum paham apa esensi dari gerakan ini, dan tentunya ini masih kita dalami. Yang jelas bukan elemen dari buruh yang ada aktivitas esensi untuk mengemukakan pendapatnya,” kata Truno di Surabaya, Kamis (8/10/2020) malam.

Truno menambahkan pihaknya masih mendalami apa motif para oknum tersebut melakukan pengrusakan fasum hingga melawan petugas.

“Saya belum mengatakan data karena kita masih proses pendalaman, tentu ada tim yang bekerja dalam hal ini direktorat reserse dan intel,” imbuhnya.

Selain itu, Truno pun mengapresiasi puluhan ribu yang berdemonstrasi di Surabaya hingga Jatim dengan aman dan kondusif. Sementara untuk pelaku perusuh di demo, Truno menegaskan pihaknya akan memberikan penindakan secara persuasif namun tegas sesuai pasal 218 junto 212.

“Kami mengapresiasi buruh dan tenaga kerja yang mewarnai atas aksinya hari ini sudah berjalan kondusif. Namun ada evaluasi dan catatan kenyataan di lapangan, Polda Jatim sudah mengantisipasi kemudian apa yang kita lihat khusus di Surabaya dan beberapa daerah seperti di Malang ada insiden yang perlu dilakukan penindakan. Penindakan secara persuasif tetap, namun juga tegas terukur,” tambah Truno.

Sebelumnya, massa sempat ricuh di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. Massa yang tidak memakai seragam buruh ini melempari petugas dengan batu hingga bom molotov. Massa juga menjebol pagar sisi kanan dan kiri Grahadi.

Tak hanya itu, massa juga merusak fasilitas umum lainnya. Mulai dari lampu jalanan, bola-bola hiasan, dan merusak taman. Ada pula dua mobil milik polisi yang dibakar di depan Hotel Inna Simpang dan depan Kantor Gubernur Jatim.

Kian malam, situasi tak kunjung kondusif. Massa bergeser ke arah Tunjungan Plaza (TP) dan membakar water barrier hingga pos polisi depan TP.Polisi sempat menembakkan peluru karet hingga gas air mata. Massa pun berlarian dan bergeser ke Jalan Yos Sudarso hingga merusak fasilitas di perkantoran dan Alun-alun Suroboyo. Di sana, massa juga membakar sejumlah water barrier.