by

Pengamat Menyebut Vaksin Corona Kunci Pemulihan Ekonomi

Inionline.id – Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menilai vaksin corona menjadi kunci untuk pemulihan ekonomi. Ia menegaskan ekonomi tidak akan pulih normal selama pandemi covid-19 masih ada.

“Kuncinya ada di situ (vaksin),” ujarnya, Senin (31/8).

Selama ini, ia menuturkan pandemi corona merupakan sumber masalah perlambatan ekonomi. Artinya, fokus pemerintah seharusnya pada pengendalian wabah dan penemuan vaksin.

“Fokusnya tetap ada di penanggulangan wabahnya. Utamanya dalam bentuk pengadaan vaksin. Harus ada vaksinnya,” tegasnya.

Menurut dia, aktivitas masyarakat akan terbatas jika vaksin tidak ditemukan yang membuat pemulihan ekonomi juga akan berjalan lambat. Bahkan, ia memproyeksi kuartal III dan IV terkontraksi atau negatif menyusul kuartal II lalu yang minus 5,32 persen.

“Kalau vaksinnya belum ada, maka kita tidak bisa kembali normal. Jadi, kuartal III dan IV ini kita yakini masih negatif,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Ekonom Senior Chatib Basri yang menyatakan vaksin mempengaruhi pemulihan ekonomi. Maklum, kewajiban penerapan protokol kesehatan membuat aktivitas masyarakat tidak bisa beroperasi sepenuhnya.

“Sebelum vaksin selesai, protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Artinya, ekonomi harus beroperasi di bawah 100 persen. Dengan kondisi ini, maka pemulihan akan berbentuk U bukan V,” imbuhnya.

Sebelumnya pada Rabu (26/8), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan Indonesia mendapat akses terhadap 30 juta vaksin covid-19 yang diproduksi oleh PT Bio Farma pada akhir 2020.

“Kita berharap sampai akhir tahun kita bisa mempunyai akses terhadap 30 juta vaksin produksi di Biofarma. Ini merupakan inisiatif yang paling depan,” katanya.