by

Pemerintah Menangkap Sinyal Pemulihan Ekonomi di Balik Resesi

Inionline.id – Pemerintah menangkap sinyal positif pemulihan ekonomi pada kuartal III 2020 meski Indonesia dipastikan memasuki jurang resesi.

Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Raden Pardede mengatakan sejumlah sinyal pemulihan ekonomi tampak dari perbaikan beberapa indikator pada periode Juli-September. Namun, posisinya belum kembali kepada posisi normal sebelum pandemi.

Misalnya, Indeks Penjualan Riil (IPR) membaik pada Juli menjadi minus 12,3 persen secara tahunan berdasarkan data Bank Indonesia (BI). Kontraksi tersebut membaik dari Juni 2020 lalu yakni 17,1 persen. Selanjutnya, penjualan eceran diprediksi terus membaik pada Agustus 2020 sebesar minus 10,1 persen.

Serupa, Purchasing Manager Index (PMI) juga membaik pada kuartal III 2020, yaitu dari 46,9 pada Juli menjadi 50,8 pada Agustus. Hal serupa juga tercermin dari kondisi pasar keuangan meliputi, penguatan nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN).

“Kami lihat, proyeksi dari semua pihak termasuk yang dibuat Bu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) jelas lebih baik dari kuartal II. Itu adalah satu catatan penting yang harus dilihat,” ujarnya dalam diskusi bertajuk Arah Kebijakan Pemerintah: Keseimbangan Antara Kesehatan dan Ekonomi, Rabu (23/9).

Melihat angka-angka tersebut, ia menyimpulkan jika ekonomi Indonesia telah menyentuh posisi terendah pada kuartal II 2020 lalu akibat pandemi. Namun, setelah itu ekonomi mulai bangkit secara perlahan, meskipun belum seperti periode yang sama tahun lalu.

“Kuartal II (ekonomi) sudah hit the bottom (menyentuh level terbawah), bottom rock, dasar. Tinggal sekarang tugas kita siapapun di negeri ini, untuk percepat pemulihan. Bahwa kita mengalami negative growth iya, semua negara juga mengalami,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh pihak untuk berlama-lama meratapi tekanan ekonomi akibat covid-19, termasuk apabila nantinya Indonesia mengalami resesi. Semua pihak, lanjutnya, harus kembali bergerak bersama-sama agar pemulihan yang sudah tampak pada kuartal III 2020 ini bisa berlanjut di kuartal IV 2020.

“Jangan berlama-lama untuk menangisi kesedihan yang terjadi akibat covid-19, malah harus optimis. Kita bekerja keras sehingga kuartal IV lebih baik dari kuartal III dan kuartal I 2021 lebih baik dari kuartal IV,” tandasnya.