by

Berkaca dari NasDem & Perindo, KAMI Diprediksi Menjadi Parpol Ketika Mendekati Pemilu

Inionline.id – Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Dia curiga, para punggawa KAMI ingin menjadi presiden.

Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo berpendapat bahwa ada gelagat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) akan menjadi partai politik. Dia memprediksi, KAMI tengah menguatkan ‘akar-akar’ di daerah dan akan mengumumkan pembentukan partai politik jelang Pemilu 2024.

“Gelagatnya kuat (jadi partai politik), kan bisa jadi mereka sebagai ormas nanti bergerak sampai ke daerah-daerah lalu pada momentum mendekati pemilu kemudian deklarasi sebagai parpol,” kata Karyono dilansir Antara, Kamis (27/8).

Dia mencontohkan awal-awal berdirinya NasDem dan Partai Perindo. Dulunya, NasDem dan Perindo berawal dari organisasi masyarakat yang bertranformasi menjadi partai. Hal ini mirip dengan KAMI yang juga sudah dideklarasikan di sejumlah wilayah. Terbaru di Solo, Jawa Tengah.

“Seperti NasDem, begitu juga Perindo kan berawal dari ormas, ormas Perindo dulu, lalu membangun infrastruktur partai dari pusat sampai daerah, lalu deklarasi,” paparnya.

Dengan klaim sebagai gerakan moral tetapi faktanya menjadi sebuah partai politik di kemudian hari, menurut Karyono, akan menjadi persepsi negatif di dalam ingatan publik.

“Secara etika dan moral KAMI inkonsisten dari semangat awal. Nah, itu akan menjadi catatan buruk dan menjadi memori kolektif publik, pasti akan dicatat itu,” ucap Karyono.

Dia menambahkan, sindiran Megawati bisa jadi benar dan wajar. Apalagi, sebagian besar mereka yang berada di KAMI pernah terlibat di Pilpres 2019 lalu.

“Sebagian besar yang ada di KAMI kan residu dari pertarungan politik pada 2019,” ucapnya.

Bantahan KAMI

Ketua Komite Eksekutif KAMI, Ahmad Yani, menegaskan KAMI tidak akan menjelma menjadi partai politik. “Bagaimana mungkin kami ini akan menjadi alat atau kendaraan politik orang per orangan atau kelompok yang ingin jadi presiden, sedangkan kami sendiri tidak akan pernah menjelma menjadi ormas ataupun parpol enggak mungkin,” ucapnya.

Yani menegaskan, KAMI semata-mata adalah gerakan politik moral dalam rangka aksi untuk menyelamatkan Indonesia. Dia bilang, gerakan KAMI menyampaikan pokok-pokok pikiran kepada pemerintah dan DPR lewat maklumat dan tuntutan.

“Kami juga berterima kasih kepada media ternyata respons kami ini juga luar biasa sampai ke desa ini malah. Kami tidak akan tergoda ada mungkin kata orang karena dia dukungan banyak mau menjelma mentransformasi diri menjadi gerakan ormas atau politik kami enggak akan tergoda itu,” tuturnya.

Sehingga, kata dia, untuk agenda Pilpres 2024 KAMI mempersilakan PDIP untuk mengusung Puan Maharani, Budi Gunawan atau Tito Karnavian. Menurutnya, capres hanya bisa diusung oleh parpol bukan gerakan moral seperti KAMI.

“Jadi biarkan namanya kalau mau jadi presiden kita dukung Bu Mega lagi kalau Bu Mega mau jadi Presiden atau Mba Puan ya silakan itu kan memang wilayah mereka, wilayah politik kan ada Mbak Puan ada Pak Budi Gunawan atau ada Tito, biarkanlah mereka itu bicara masalah Presiden mungkin agendanya 2024,” ujarnya.

Sindiran Megawati

Diberitakan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyinggung deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Menurutnya, KAMI sepertinya refleksi banyaknya orang yang ingin menjadi presiden.

Komentar Megawati itu disampaikan dalam pidatonya di pembukaan Sekolah Calon Kepala Daerah (Cakada) Gelombang II Menuju Pilkada Serentak 2020 secara daring, Rabu (26/8).

“Wah KAMI itu kayaknya banyak banget yang kepingin jadi presiden. Saya mikir lah daripada bikin seperti begitu, kenapa engga dulu cari partai karena peraturan di republik ini, ketatanegaraan, tata pemerintahan termasuk pilkada dan pemilu maka seseorang harus mencari partai, dukungan, usungan,” ujar Presiden Kelima RI itu.