by

Menurut KPAI Pembukaan Sekolah di Zona Kuning Bahayakan Guru-Siswa

Inionline.id  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menolak wacana pembukaan sekolah di zona kuning. KPAI menilai langkah tersebut bisa membahayakan keselamatan murid dan guru.

“Kalau saya menolak betul kalau zona oranye, atau apalah, entah kuning apa, mau dibuka sekolah. Itu yang di hijau saja nggak patuh, gimana kalau zona yang lain? Itu membahayakan untuk keselamatan anak-anak kita dan guru-guru kita,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).

Retno meminta agar pemerintah mengevaluasi pembukaan sekolah di zona hijau terlebih dahulu. Berdasarkan laporan yang diterima KPAI, Retno menyebut masih terdapat beberapa sekolah yang tidak memenuhi kriteria dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang pedoman pembukaan sekolah di era pandemi Corona.

“Sekarang dievaluasi dulu lah zona hijaunya. Zona hijau itu 104 kabupaten. Coba perhatikan di zona hijau ini sudah patuh belum. Orang kami banyak mendapat (laporan) ketidakpatuhan kok,” tutur Retno.

“Misalnya di dalam SKB 4 Menteri itu harus ada yang namanya tahapan. Jadi pertama kali di buka itu zona hijau, tapi tahapannya adalah harus memulai dari SMA dan SMP. Lalu apa sekarang yang terjadi, zona hijau itu juga dibuka SD, TK. Itu berarti itu sudah pelanggaran dong dari SKB 4 Menteri-nya ditaatin nggak?” sambungnya.

Retno juga menyoroti kesiapan infrastruktur sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan. Serta membiasakan menggunakan masker di sekolah.

“Apakah infrastruktur udah disiapkan belum, evaluasi lah dulu di zona hijau. Jadi zona hijau itu bukan berarti tidak ada kenormalan baru yang dipersiapkan. Kita sekarang udah ada budaya baru pakai masker. Anaknya dilatih dulu pakai masker, pakai masker itu tidak nyaman, paling tidak 4 jam, tanpa dilepas kalau kita sekolah. Itu sudah belum dipastikan bahwa anak-anak itu sudah dilatih pakai masker,” tuturnya.

“Kemudian infrastruktur di sekolah, tempat cuci tangan, sabun, tisu, ya percuma cuci tangan ngelap ke bajunya. Artinya budaya cuci tangan harus dilakukan,” imbuhnya.

Retno mengatakan membuka sekolah di zona kuning saat pandemi Corona, ada jutaan anak yang dipertaruhkan kesehatannya. Retno merekomendasikan agar pemerintah mematangkan sistem pembelajaran jarak jauh.

“Kita mempertaruhkan kesehatan ribuan, jutaan anak. Kalau kami untuk nyawa itu nggak bisa dibeli. Saya paham bahwa anak-anak mungkin tidak terpenuhi pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring, ya pemerintah gratiskan internet dong. Kemudian dukung proses pembelajaran ini,” paparnya.

Diketahui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyatakan saat ini, pemerintah hanya merekomendasikan sekolah yang berada di zona aman atau zona hijau virus Corona (COVID-19). Namun, kini muncul pembahasan kemungkinan daerah yang berada di zona kuning pun akan dibuka.

“Gugus tugas hanya merekomendasikan untuk sekolah itu di zona hijau.Kami sedang memikirkan permintaan sejumlah masyarakat agar zona kuning pun diizinkan untuk sekolah,” kata Ketua Gugus Tugas Doni Monardo usai rapat bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam tayangan yang disiarkan langsung di akun Yotube Setpres, Senin (13/7/2020).

“Kalau toh ini disetujui, maksimal setiap pelajar hanya 2 kali mengikuti kegiatan kemudian persentase pelajar yang ada di ruangan tidak boleh lebih dari 30 persen atau 25 persen,” ungkapnya.