by

Negara akan Pinjami Koperasi Pangan Lahan hingga 70 Tahun

Inionline.id – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengungkap pihaknya tengah mempersiapkan proyek integrasi antara koperasiĀ pangan dengan program bantuan perhutanan sosial. Proyek itu bertujuan untuk menggenjot produksiĀ panganĀ nasional.

Teten menyebut nantinya peserta program akan dipinjamkan tanah negara seluas 2 hektar (Ha) per KK selama 35 tahun yang dapat diperpanjang selama dua periode. Program tersebut turut melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN).

“Sekarang sedang fokus membuat pilot proyek pembangunan koperasi pangan diintegrasi dengan program bantuan perhutanan sosial dan kementerian LHK, Kementerian ATR/BPR. Memberikan pinjaman kepada rakyat berupa tanah 2 hektar per KK selama 35 tahun dan bisa diperpanjang selama 35 tahun lagi,” terang Teten pada Senin (29/6) lewat video conference.

Proyek tersebut, kata Teten, didasari oleh timpangnya antara hasil panen dan konsumsi masyarakat. Dengan koperasi pangan tersebut, ia berharap hasil produksi pangan dapat memenuhi kebutuhan pangan yang hingga saat ini sebagian masih dipasok dari impor seperti padi, jagung, dan gula.

Ia mengungkapkan program tersebut akan dikonsolidasikan dalam skala bisnis hingga dari 100 hingga 200 hektar lahan. Di Pulau Jawa, eksekusi program telah sampai pada pemetaan (mapping) yang melibatkan Perum Perhutani.

“Proyek ini kami akan konsolidasi dalam skala bisnis misalnya 100-200 hektar. Kami di Jawa sudah mapping dengan Perhutani akan buat koperasi pangan cukup besar yaitu untuk komoditas padi, jagung garam, yang masih impor,” lanjut Teten.

Untuk sektor-sektor yang masih mengimpor , Teten bilang pemerintah bisa melakukan subsidi demi menggenjot hasil produksi. Namun, ia tak menyebut kapan rencana koperasi pangan tersebut akan terealisasi.

Lebih lanjut, tak hanya untuk produksi bahan pangan, kesempatan sama juga akan diberikan kepada koperasi buah segar seperti produksi buah-buahan tropis yaitu mangga, manggis, atau durian yang pasarnya cukup besar.

“Juga koperasi untuk buah segar, buah tropis, mangga, manggis, durian, permintaan cukup besar. Ini akan fokus mengembangkan korporasi sektor rill, sektor pangan,” pungkasnya.