by

Bima Arya tak akan Gegabah Buka Sekolah Lagi

BOGOR, Inionline.id – Tak ingin gegabah, Pemerintah Kota Bogor belum memutuskan kapan pelajar akan kembali masuk sekolah. Kebijakan itu, dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19.

Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan, aktivitas belajar dan mengajar di sekolah akan dijalankan jika semua sekolah mampu menyesuaikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Intinya, kita tak mau mengambil risiko. Terlalu besar pertaruhannya untuk anak-anak kita,” ungkap walikota saat menghadiri rapat terbatas dengan Disdik, Dinkes, komite sekolah, Dewan Pendidikan, dan psikolog anak di SMPN 5 Bogor, Sabtu (30/5).

Lebih lanjut ia mengatakan, apabila masih ada yang belum siap menjalankan protokol kesehatan, maka Pemkot tidak akan memaksakan siswa SD dan SMP di Kota Bogor untuk belajar di sekolah.

“Jangan terburu-buru memaksakan tanggal tertentu. Tugas kita sekarang adalah memastikan sistem protokol yang kuat. Tak mudah, karena kondisi dan latar belakang tiap sekolah berbeda-beda,” paparnya.

Politisi PAN itu mengakui, menerima banyak masukan dari orangtua siswa agar belajar di sekolah dijalankan setelah kondisi sudah aman dari Covid-19. Menurutnya, mereka khawatir anaknya terkena virus mematikan tersebut.

“Harus diketahui, bidang pendidikan beda dengan perekonomian. Kesehatan anak-anak wajib dijaga dengan maksimal. Hari ini, landau tapi kita tak tahu apakah minggu depan akan sama. Data kami mencatat, ada anak-anak yang terpapar. Termasuk, juga ada PDP dan ODP. Sehingga, risikonya sangat besar dan harus sangat waspada,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengakui, terdapat ada kasus Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan terkonfirmasi positif Covid-19 pada golongan usia anak hingga remaja.