by

Update Terbaru Perkembangan Covid-19 Kota Depok, Sembuh 4 orang wafat 2 orang

Depok, Inionline.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok dengan ini menyampaikan informasi perkembangan COVID-19 per tanggal 27 Maret 2020 sebagai berikut :

1. Data Kasus
-Terkonfirmasi POSITIF berjumlah 21 orang, sembuh 4 orang dan 2 orang meninggal dunia.
-Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 193 orang, selesai 15 orang dan masih dalam pengawasan 178 orang.
-Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 720 orang, selesai 187 orang dan masih dalam pemantauan 533 orang.

2. Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 10 orang, dan menurut Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok bahwa status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif , karena harus menunggu hasil PCR , yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI.
Data ini kita sampaikan ke public, untuk lebih extra waspada akan bahaya penyebaran COVID-19 saat ini.

3. Menjawab pertanyaan dari rekan-rekan media dan warga :

a. Terkait pelibatan elemen masyarakat dalam penanganan COVID-19 diantaranya dengan pembentukan Kampung Siaga kerjasama dengan komunitas sekolah relawan dan penerimaan bantuan masyarakat yang akan dikoordinir oleh Koordinator bidang pencegahan dengan Nomor rekening Bank BJB 0102336267100 atas nama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan Kota Depok.
Kampung siaga COVID-19 akan dibentuk pada level RW dengan melibatkan partisipasi warga, yang terdiri dari satgas siaga, kesehatan, keamanan, logistik dan humas. Kampung siaga COVID-19 ini akan difungsikan dalam sosialisasi COVID19, sterilisasi fasos fasum, mengaktifkan sistem keamanan warga, sistem informasi kesehatan warga dan lumbung pangan warga, yang dilakukan secara swadaya. Kampung siaga ini juga dapat difungsikan untuk monitoring Kasus Terkonfirmasi Positif, ODP dan PDP yang melakukan isolasi mandiri serta nantinya akan dilibatkan dalam distribusi logistik. Sebagai pilot project bisa dilihat di Kampung Siaga Covid-19 di Perumahan Kalibaru Permai-Cilodong dan beberapa RW lainnya, saat ini sedang bergerak di RW-RW lainnya.

b. Persediaan stok Alat Pelindung Diri (APD) di Rumah Sakit dan Puskesmas saat ini sangat terbatas, karena APD sangat langka di pasaran sehingga kami kesulitan dalam pengadaan barang, akan tetapi kami terus berupaya mengakses ke banyak distributor untuk penyediaan APD ini. Selain itu kami belum menerima bantuan kiriman APD dari provinsi, sedangkan dari pemerintah pusat diberikan sangat terbatas bersamaan dengan alat Rapid Test.

c. Terkait adanya informasi tenaga kesehatan di Puskesmas yang menggunakan APD yang dimodifikasi dari jas hujan, kami akui bahwa itu adalah kreasi dan swadaya para tenaga kesehatan di tengah keterbatasan APD pada situasi yang sangat darurat, itulah bentuk perjuangan mereka para tenaga kesehatan, kita harus hargai dan ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas pengorbanan mereka. Saat ini kami sedang melakukan pengadaan APD melalui anggaran Belanja Tidak Terduga termasuk untuk pemenuhan kebutuhan puskesmas-puskesmas.

d. Dalam rangka pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia di RSUD Kota Depok sebagai rumah sakit rujukan untuk kasus ringan dan sedang untuk penanganan kasus COVID-19, RSUD Kota Depok telah membuka lowongan pekerjaan untuk formasi pegawai tidak tetap sebagaimana yang tertuang pada surat Pengumuman Direktur RSUD Kota Depok Nomor : 445/557-UPEP tanggal 19 Maret 2020. Dimana formasi tenaga kesehatan yang diperlukan sebanyak 39 orang dan tenaga non kesehatan sebanyak 16 orang. Untuk informasi lengkap dapat di akses di website depok.go.id.

Saat ini sudah banyak bergabung relawan yang secara sukarela dan swadaya dalam pencegahan dan penanganan COVID-19 di Kota Depok, jika ada relawan baik medis maupun non medis yang akan bergabung silahkan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada hotline 08111232222.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.