by

Reses DPRD Provinsi Jabar di Jasinga, Serap Aspirasi dan Soroti Angkutan Tambang

Jasinga, Inionline.id – Wakil Ketua Perwakilan Rakyat DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru’yat menggelar reses pertama ditahun 2019-2020. Dalam reses tersebut Ru’yat menyoriti kerusakan infrastruktur jalan disinyalir dilalui angkutan truk tambang yang bermuatan melebihi tonase.

Demikian dalam reses di Kp. Sampiran, RT 01/04 Desa Pangaur, Kecamatan Jasingan Kabupaten Bogor, pada Senin 02/12/2019, Ru’yat dengan mengundang masyarakat dan aparatur pemerintah Desa setempat, guna menyerap aspirasi serta memberikan pertanggungjawaban moral politis kepada konstituen sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan.

Dalam kesempatan itu seorang warga Desa Bojong Kecamatan Tenjo Endang Suherlan (58) meminta Achmad Ru’yat, agar menyuarakan usulannya tersebut. Endang menuturkan Kecamatan Tenjo sangat membutuhkan kantor polsek. Sebab, belakangan ini sudah banyak aksi pencurian yang sering terjadi.

“Sudah sering terjadi aksi pencurian membobol rumah warga di wilayah Kecamatan Tenjo. Padahal Tenjo merupakan wilayah perbatasan Kabupaten Tangerang dengan Kabupaten Bogor, seharuanya sudah ada kantor polsek, “harapnya.

Menjawab berbagai usulan dari masyarakat Ru’yat menjelaskan, dari semua usulan ada yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Kab. Bogor serta Pemerintah Pusat.

“Namun, dari semua usulan yang tercatat akan dibahas kembali didalam rapat pari purna DPRD Provinsi Jawa Barat, dan akan menyampaikan ke Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (Kang Emil), “imbuh Ru’yat.

“Seperti di Parungpanjang yang sekarang dilalui angkutan berat, harus segera dibangun, karna sekarang ditutup adanya pembatasan jam tayang, sehingga banyak yang melewati Jasinga, menimbulkan banyak kecelakaan,  jalannya rusak berdebu, “tambahnya.

Menurut Ru’yat, ketika warga menyetop sendiri tidak boleh, karna ini menyangkut permasalahan pemerintahan, tapi ini sangat baik sehingga memang ruas-ruas jalan disekitar ini harus lancar.

Kemarin saya sudah koordinasi dan  menyampaikan ke Bupati Bogor, soal jalur Puncak, itu macet. Agar dibangun Puncak dua, dari arah Sentul ke arah Cianjur, sehingga terbelah dua dan teruai, “paparnya.

“Jadi yang saya sudah usulkan bukan di bangun jalan tol tapi, jalan biasa tidak berbayar. Jadi konsep yang saya usulkan adalah, bukan jalan tol, sehingga masyarakat umumnya bisa menikmati, “ujar Achmad Ru’yat wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Barat. (Mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.