by

Ingin Kota Bogor Bersih, Warga Tanah Sareal Curhat Di Reses Iwan Suryawan

Bogor, Inionline.Id – Anggota DPRD Provinsi Jawa barat, Iwan Suryawan menggelar reses I tahun sidang 2019-2020 pada kamis (06/12/19). Berlokasi di Kantor DPD PKS, Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, sebanyak ratusan orang warga Tanah Sareal memadati aula kantor DPD PKS walaupun cuaca hujan.

Lisna salah satu warga Tanah Sareal mencurahkan aspirasinya tentang kebersihan Kota Bogor dimana dirinya menganggap bahwa wilayah Kecamatannya dirasa masih kurang bersih terlebih adanya pembangunan jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) section 3 yang saat ini terjadi di wilayah Kecamatan Tanah Sareal.

“Selain pembangunan tol, saya juga melihat di sepanjang jalan dekat GOR Padjajaran kadang kalau pagi banyak sampah berserakan, apakah ada anggaran untuk membuat wilayah Kota Bogor lebih bersih dari sampah lagi ?,” ujar Lisna.

Menanggapi hal tersebut, Iwan Suryawan yang saat ini berada di Komisi V DPRD Provinsi Jawa barat menanggapinya dengan bijak dimana dirinya menjelaskan bahwa kuncinya berada di kebijakan pemerintah dengan lingkup sumber daya manusia serta peralatannya.

“Masalahnya Kota Bogor itu kan volume sampahnya banyak tapi tempat penampungannya sedikit akhirnya yang dilakukan adalah gerakan masyarakatnya agar lebih sadar akan kebersihan,” ungkap Iwan.

Politisi PKS tersebut mengambil sampel pada tahun 2009 dimana waktu itu, 3000 kubik jumlah sampah Kota Bogor per-hari akan tetapi hanya 1500 kubik yang bisa diatasi.

Dengan kondisi sekarang sebetulnya yang bisa dilakukan oleh Pemkot Bogor saat ini adalah cinta kebersihan dan menjaga lingkungan akan tetap bersih.

“Kita bisa lakukan upaya dari dua sisi, satu kita dorong pemerintah untuk pengadaan SDM dan peralatannya, di sisi lain, masyarakat juga dibangun kesadaran dan aktualissasinya untuk program-program kebersihan seperti lomba di tingkat RT seperti yang pernah diadakan,” tutur Iwan.

Anggota DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar yang juga hadir pada acara reses tersebut juga membagikan informasi terbaru perihal penanganan sampah di Kota Bogor untuk tahun 2020 yang akan datang.

Menurut Karnain akan ada dua program yang akan dilakukan Pemkot Bogor terkait masalah sampah yang sangat meresahkan di kota hujan ini.

“Komisi III DPRD Kota Bogor bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor secara khusus telah membahas dalam rapat anggaran tentang bagaimana mengatasi masalah sampah . Yang sudah muncul menjadi mata anggaran adalah pengadaaan motor pengangkut sampah untuk di gang-gang kecil di wilayah Kota Bogor dimana lokasinya tidak bisa diakses oleh motor bak,” ujar Karnain.

Selanjutnya menurut Karnain Pemerintah Kota Bogor juga akan memberikan dukungan terhadap program edukasi masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah.

“Awalnya hanya 10 unit yang di agendakan oleh DLH Kota Bogor, tetapi setelah diperjuangkan melalui Komisi III DPRD Kota Bogor total motor pengangkut sampah yang akan diberikan adalah 68 unit motor untuk 68 kelurahan di Kota Bogor dengan anggaran 1 unit motor berkisar sebesar 20 juta rupiah,” kata Karnain.

Dirinya berharap program penanganan sampah menjadi agenda kolektif stakeholder, bukan hanya pemerintah kota, dinas teknis sebagai leading sektornya.

“Kemudian masyarakat juga berpartisipasi baik dari level RT, RW, hingga kelurahan bahu-membahu merubah perspektif masyarakat dimana sampah juga memiliki peluang ekonomi yang bisa di kelola sehingga ada bank sampah di lingkungan, pengelolaan sampah di keluarga sehingga regulasi pengeloaan sampah dengan undang-undangnya, perda di tingkat kota, implementasinya bisa dikawal melalui politik anggaran memadai dan di dukung oleh seluruh masyarakat sehingga Kota Bogor bisa menjadi kota yang bersih dan nyaman untuk beraktifitas,” tutup Karnain. (JC)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.