by

Diah Pitaloka Gelar Forum Dialog Budaya Demi Pelestarian Sejarah Kota Bogor

Bogor, Inionline.Id – Anggota Komisi VIII DPR RI dapil Jawa Barat 3, Diah Pitaloka menggelar forum dialog budaya bersama Direktur Jendral Kebudayaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, pada sabtu (12/01) di Jalan Sangga Buana Nomor 8, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Acara yang dihadiri oleh para budayawan dari Kota dan Kabupaten Bogor ini berjalan dengan suasana kekeluargaan yang kental. Diah mengungkapkan, dirinya sering berkeliling Kota Bogor dan banyak sekali masukan dari warga dan budayawan yang merasa risau akan peninggalan sejarah di Kota Bogor. “Banyak sekali peninggalan sejarah yang tidak terawat dan tidak terurus dengan baik di Kota Bogor, ” ujar Diah. Berangkat dari hal tersebut, Diah merasa terpanggil untuk memperjuangkan budaya dan situs sejarah di Kota Bogor salah satunya adalah membuka rumahnya untuk menggelar forum dialog budaya dengan menghadirkan nara sumber langsung dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud. “Yang pasti saya senang dengan acara ini, pembicaraannya sesuai jalur dan ada action plan kedepannya setelah acara ini selesai digelar,” ujar Diah. Selain itu dirinya menegaskan bahwa dirinya mengambil contoh saat sumur 7 ditutup, Diah memandang pemerintah jangan hanya melihat segala sesuatunya dari sisi anggaran saja, tetapi pemerintah juga memiliki kewajiban memandang budaya dari sosial yang menjadi aktivitas keseharian masyarakat, jika dilihat dari aspek tersebut pemerintah harusnya menjaga hal ini agar terus tumbuh dan memfasilitasi aktivitas masyarakat sehingga berjalan baik. “Saya pastikan di tingkat DPR RI, undang-undang kebudayaan sudah jadi, yang belum jadi itu Perda di Kota Bogor seperti perlindungan terhadap situs sejarah, jadi intinya acara ini adalah usaha saya untuk memperjuangkan akar-akar budaya di Kota Bogor, ” ujar Diah.
Menanggapi tentang banyaknya situs budaya dan sejarah di Kota Bogor yang tidak terjaga, Hilmar Farid selaku Direktur Jendral Kebudayaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan akan membangun komunikasi dengan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto untuk membentuk tim cagar budaya sesuai amanat undang-undang yang salah satu tujuannya adalah menjaga situs-situs sejarah dan budaya di Kota Bogor bisa terjaga. “Minggu depan tim dari kementrian akan datang ke Kota Bogor untuk berkomunikasi dengan Dinas terkait, pak Wali, juga melihat kondisi langsung di lapangan sehingga kami nanti mendapatkan kesimpulan sebenarnya dimana akar masalahnya,” ujar Hilmar. Karena di Kota Bogor saat ini fenomena wisata modern yang terkesan menelantarkan situs sejarah dan budaya semakin dirasakan beberapa kalangan budayawan, Hilmar merasa perlu menuntaskan masalah ini. “Harapan saya setelah ada dialog, akan ketemu solusinya, memang masalah itu tidak dapat selesai hanya dalam waktu satu jentikan jari, tapi jika ada kemajuan saat penyelesaian masalah serta dibantu para budayawan Bogor kita Percaya dirilah masalah ini akan selesai,” ujar Hilmar. (JC)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.