by

Untuk Ayah Dan Negara Ku

Menjadi abdi Negara harus selalu siap dalam penugasan sekalipun harus meninggalkan semua yang dimilikinya termasuk anak dan isteri. Sebuah pemandangan haru terlihat di lapangan Markas Yonif 315 Bogor ( 21/11 ),  ketika berlangsung pelepasan 450 anggota Tentara Nasional Indonesia ke setiap ujung Negeri.

Dibawah gerimis hujan yang tak deras seakan menyamarkan isak tangis keluarga yang ditinggalkan demi tugas yang telah memanggilnya. Diatas rerumputan mereka beradu padu memeluk dan mencium kening sang ayah begitupun sebaliknya sang ayah yang akan memendam rindu demi menjaga wilayah perbatasan Indonesia seakan enggan melepas peluk di tubuh sang anak.

Sementara ditengah lapangan seorang perwira terus berteriak berusaha menghapus rasa haru dengan meneriakan ” yelyel ” kebanggaan Korp TNI, hingga waktupun berlalu sang anak harus rela melepas cengkram tangan pada pundak sang ayah. Sang isteri harus bangga melepas sang suami bertugas demi indahnya Indonesia,

Indonesia yang dikelilingi lautan memang terlalu indah jika dibiarkan tanpa pengawasan, hasil bumi yang berlimpah memaksa para prajurit terus terjaga. Tak kenal lelah. Tak kenal lemah. Ketika Negara memanggil, jiwa raga mereka serahkan seperti janjinya kepada Negara.

Selamat bertugas Tentara Nasional Indonesia. Selamat bertugas ayah. Selamat menjaga keindahan Indonesia,  dipundak mu, ku titipkan keutuhan Negara. Dipundak mu, ku titipkan rasa bangga. Di pundak mu, ku sematkan doa. Dijemari mu kuharap kau kembali memeluk erat anak anak kita.

naskah : Hendinovian / foto : Hendinovian

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.